Sabtu, 16 Desember 2017

Di ujung waktu

Di ujung september
Aku melangkah jauh
Berlari dari kehampaan diri
Menepi dari bising caci
Disini..
Kota kecil bernama Kediri
Menjadi tempat aku sejenak bernafas
Sejenak mencari tawa
Sejenak meninggalkan jejak
Sejenak meraba yg tertinggal
Sejenak meraih setitik harap
Sejenak menemukan diri
Inilah aku...
Yang karenamu tersenyum
Yang karenamu tertawa
Yang karenamu menangis
Yang karenamu termenung

Kini... aku sadar bahwa hanya sejenak..
Sejenak dalam ingatan yang takkan hilang dalam masa hingga milenia
Sahabat... tak ada kata berpisah
Tak ada kata hilang
Tak ada kata melupakan
Tak ada kata..
Hanya ada satu harap yg ingin ku ungkap
Kau dan aku.. kita selalu dalam ingatan yg sama
Kau dan aku... hanya itu...
Kelak di sisa waktu
Kita pasti akan bertemu

Sabtu, 16 September 2017

Duka mereka

Dengar jerit tangis pilu mereka disana
Di Palestina, Suriah dan kini Rohingya
Berlarian, tercerai, tercabik diri
Terluka penuh darah dan nanah
Langkah gontai meniti secercah cahaya
Di sekitar bahkan mayat-mayat bergelimang
Tangis ini, darah ini, akankah bermuara di satu titik?
Akankah semua nestapa menemui ujungnya?
Syuhada terasa di pelupuk mata
Tapi kami disini tak berhenti melafalkan doa
Dalam untaian hikmah penuh lara
Kelak Syurga akan menjadi jawabannya..

Selasa, 07 Februari 2017

Mengenal Ilmu Filsafat Melalui Buku Dunia Sophie

     Beberapa hari ini saya tenggelam dalam sebuah buku berjudul "Dunia Sophie". Sebuah buku yang mengajakku ke dunia filsafat, mengenal pemikiran para filsuf permulaan seperti Socrates, Plato, Aristoteles, filsafat abad pertengahan, Reneisan hingga Sigmund freud. Buku ini membawaku ke dunia penuh teka-teki dan misteri, ikut menyelami pemahaman sophie dalam ilmu filsafat. menurut saya buku ini sangat efektif dibaca sebagai panduan seorang pemula seperti saya dalam memahami ilmu filsafat.

    Dulu saya menganggap belajar filsafat adalah sesuatu yang sangat berat dan sulit dipahami tapi dengan membaca buku ini keingintahuan kita tentang filsafat sedikit banyak akan tercerahkan. Ilmu filsafat yang dianggap berat nyatanya bisa dibungkus dalam sebuah novel tanpa mengurangi isi dan nilai ilmu filsafat itu sendiri.

    Sophie gadis belia yang cerdas dalam novel ini mencerminkan rasa keingintahuan dan minatnya yang besar dalam memahami ilmu filsafat sehingga mendorong saya untuk membacanya berulang-ulang pemikiran-pemikiran para filsuf tersebut. Ada keseruan tersendiri yang seolah-olah menjadikan kita bagian dari novel tersebut.

    Surat-surat yang berisi pertanyaan-pertanyaan aneh dari Alberto knox yang ditujukan kepada Sophie membuat kita ikut berfikir seperti pertanyaan "Siapa kamu?" " Dari mana datangnya dunia?" kita ikut menebak-nebak apa yang akan sophie pikirkan. Belum lagi misteri tentang siapa sebenarnya Alberto knox, Hilde dan misteri ayah hilde yang mengirimkan surat untuk putrinya tetapi dialamatkan ke rumah sophie.

    Intinya saya sangat kagum dengan Jostein Garder yang menuangkan ilmu filsafat secara gamblang dalam sebuah novel yang didalamnya tentu ada alur, dan setting penggabungan dunia modern dengan abad sebelum masehi dimana filsafat pertama kali dikemukakan. Penjelasan-penjelasan yang digambarkan dengan contoh-contoh sederhana memungkinkan kita lebih mudah memahami ilmu filsafat.

    Untuk orang awam jangan takut membaca buku ini, belajar filsafat sama halnya dengan belajar disiplin ilmu lainnya, kita tidak akan terpengaruh oleh ideologi yang dibawa para filsuf jika kita sudah memiliki landasan iman yang kuat dan menurut saya membaca berbagai macam buku justru akan menambah wawasan kita. Memahami dan membandingkan betapa sebenarnya islam datang dengan pemahaman filsafat yang lebih maju seperti filsuf-fisuf terkenalnya Al-kindi, al farabi dan lainnya.
    Sekali lagi mari membaca dan budayakan membaca....keep learn guys...!!!

Rabu, 25 Januari 2017

Mesraku pada Sajak

Gores tinta yg meracau
Pekikan emosi yg berevaporasi
Membawaku pada sejuta mimpi
Seperti lecutan semangat di tiap pagi
Enggan beranjak meski letih

Tiap bait tertata meski bias makna
Mewakili rasa dan karsa
Menyemayamkan diri dari tiap butir diksi
Oh puisi, seberapa tangguh aku?
Fluktuasi emosi mengubahmu tiap waktu
Imajinasiku memerangkapi langkahmu

Sering terurai nada-nada sendu
Namun kau masih saja angkuh
Membawa lari imajiku
Menyalakan lagi asaku
Melesatkan lagi ambisiku
Merekam kembali jejak-jejakku
Karena kau dalam istana hatiku..

Puisi... memiliki makna tersendiri untukku... tempatku mencurahlan segala rasa yang ada..perasaan penuh makna yang mungkin tidak bisa diungkapkan secara langsung. Tapi puisi begitu jujur mengungkapkan apa yg ada dalam benak. Percayalah...
Ketika seseorang memberikanmu sebuah sajak atau puisi itu berarti ia telah menyatakan hal yg sesungguhnya dari dalam hatinya. Dan puisi akan selalu ada menjadi teman yang mesra dikala kau merasa tidak ada satupun yang mampu memahami...



Mine
Sekali lagi ini tentang syairku,
Bukan syairmu, bukan pula syair mereka
Bukan lagi tentang irama sendu
Atau bait yg meracau

Tapi tentang diksi dan melodi
Yang bertaut dengan hati dan imaji

Mereka bilang titik kerumun hitam
Aku bilang jejak penuh impian

Apa kau pernah dengar kisah si upik abu?
Nampaknya ada nelangsa disana
Tapi aku bukan dia!
Syairku lepas membumbung setinggi cita bunda
Sebebas jejak para petualang
Ingin ku rampung dalam syairku
Yang lelah berjelaga
Yang buat guratan pekat
Menembus titik hitam
Terpental di tegalan
Terpuruk bersama riam
Tapi kau harus tau...
Kisah ini panjang dan baru ku mulai...!!!



 

Minggu, 22 Januari 2017

The Masterpiece of George orwell





    Sebuah karya sastra terkenal yang ditulis oleh penulis terkenal pula pasti dapat menginspirasi penulis lainnya, tidak hanya sekedar formulanya yang dipakai bahkan hingga alur ceritanyapun akan terasa sangat mirip dengan karya yang menginspirasinya. Hal ini memang wajar terjadi karena pengaruh besar dari karya sastra tersebut.

   Jika kalian pencinta sastra klasik pasti tidak akan ketinggalan dan pasti pernah membaca novel ‘1984’ karya George orwell. Sadar atau tidak film-film Holiwood yang saat ini lagi ngetrend banget dan booming itu terinspirasi dari novelnya George orwell. Meskipun ceritanya berbeda, tapi ada keterkaitan disana.

  Salah satunya adalah Hunger game Sebuah fim yang bercerita tentang sebuah permainan yang mengharuskan untuk saling membunuh satu sama lain, dan dalam permainan itu akan disaksikan secara langsung oleh banyak pasang mata, juga pastinya sang penguasa Capitol Presiden snow yang terus memantau jalannya permainan. Sangat mirip dengan apa yang terjadi dan yang tertuang dalam novel 1984 dimana Big brother akan terus memantau gerik gerikmu, dan tidak akan ada satupun yang luput dari jangkauannya.

    Begitu juga dengan film Divergent, Maze runner, dan The giver sama halnya dengan Hunger game ketiga film ini memiliki pola yang sama dan benang merah yang sama yaitu adanya keterkekangan, keterasingan, pemaksaan, ketertindasan, pemberontakan, dan pencarian jati diri.  Meskipun kenyataannya keempat film ini berakhir bahagia dan berbeda dengan yang terjadi di novel 1984 karena yang terjadi adalah akhir yang tragis. Sang pemeran utama dalam novel 1984 yaitu Winston tidak berhasil memperjuangkan kebebasan yang terenggut oleh Big brother, bahkan diujung cerita dia harus menerima hukuman dan penyiksaan atas usaha pemberontakannya.

    Bagaimanapun George orwell adalah penulis yang namanya melegenda karena karya-karyanya yang terkenal dan hasilnya bisa menginspirasi penulis lain, hingga pembuat film dan menjadikan film-filmnya sukses hingga saat ini.

    Jadi tidak berlebihan juga jika saya menyimpulkan bahwa ‘1984’ adalah karya terbaik dari George orwell.
Keep learn more guys... see you later...

Sahabat Pena

Sahabat Pena

Hai Sahabat pena...maukah kau mencoba secangkir puisi?
Yang kurebus dengan hati yang lirih...
Dengan bumbu bahasa yang terbiasa dengan aroma sunyi
Dan penat senantiasa menghinggapi
Terkadang penaku menari-nari
Sesekali imaji mengajakku terbang ke angkasa
Ach...adakah ini hanya sebuah hayal belaka
Dari buaian cita rasa penggembala kata
Maka ku iris garis tepi waktu yang melingkari tubuh
Kuhantarkan derap jejak tapak penaku
Menata puing-puing kehidupan
Yah...kembali ke masa depan
Hingga tak lupa ku simpan
Untuk kelak kamu, mereka dan aku baca...

Tentang Sahabat klasik

Dear Sahabat Klasik...


     Jika membandingkan hidupku dan hidupmu saat ini rasanya seperti  membandingkan langit dan bumi. Dulu kita sama-sama punya mimpi, ingin bersama-sama saling menguatkan, berbagi motivasi dan semangat di setiap mentari pagi menyapa. Aku yang penuh energi di pagi hari tak pernah lupa menyapa dan menyambutmu dengan kata-kata “Semangat pagi...” lantas...saat senja menyapa dan tubuh mulai letih dengan segudang kegiatan kamu yang tak pernah kehabisan semangat memberi senyuman hangat penguat jiwa, mengantarkan mimpi-mimpi hingga bintang-bintang pulang.

      Masih ingatkah sajak-sajak bertema mimpi dan harap dari dua orang penggembala kata yang penuh asa? Membayangkan indahnya masa depan, membayangkan hidup yang penuh dengan kebahagiaan? Membayangkan tidak akan ada krikil bahkan badai yang akan menghadang, kalaupun ada dengan kekuatan mimpi kita bisa menghalaunya... lucu memang jika mengenang betapa polosnya kita masa itu. Dua remaja yang baru mengenal dunia, yang menganggap apapun bisa dilakukan jika kita menginginkannya.

    Aku yang menyerah dan mudah putus asa tidak juga mampu kau kuatkan, ketika kehidupan mulai berubah dengan berbagai macam problematika yang menghadang. Aku lemah dan kau kuat, Aku yang mudah bosan dan kau yang masih konsisten, Aku yang melakukan apapun sesuka hati tanpa adanya target yang jelas sementara kau yang mencintai keteraturan dan penuh tanggung jawab juga target akhirnya tak berjalan beriring seperti mimpi yang pernah terjalin. Inilah realitanya... ku lihat dari kejauhan hidupmu penuh dengan pencapaian-pencapaian dan aku tahu kamu mendapatkannya dengan penuh perjuangan, sementara aku semakin tenggelam dan kelam. Kau tak juga datang menggenggam... bertahun-tahun aku menanti tak juga ada jawaban yang pasti. Seolah ingin mengubur semua mimpi yang dulu pernah kita ukir dalam melodi, semua yang tersisa hanyalah sajak-sajak usang yang tak berarti. 

     Kini aku bangkit dari tidur panjang yang menenggelamkan mimpi, keterpurukan atau bahkan kebahagiaan di masa lalu adalah cambuk bagi kehidupanku yang baru. Lembar demi lembar baru hidup sudah lama dimulai, sejak aku tahu bahwa hidup memang tak seindah negeri dongeng, tidak semudah khayalan-khayalan belaka, dan tidak akan ada makna tanpa adanya usaha untuk mewujudkannya.

   Bertahun-tahun berlalu... tanpa tegur sapa yang penuh makna, tapi kenangan tentang indahnya persahabatan dari dua remaja adalah kisah yang tidak akan pernah aku lupa dalam hitungan masa hingga milenia, Mungkin kisah kita memang tidak pernah akan ada ujungnya, karena sisa-sisa semangat menghasilkan karya itu masih tetap melekat, dan kau salah satu inspirasiku, salah satu alasan untuk membuktikan bahwa aku juga mampu berkarya, mengenalmu adalah sebuah keajaiban, dan aku percaya bahwa keajaiban-keajaiban lain sudah menunggu di luar sana.
.