Minggu, 05 Desember 2021
Pengalaman Operasi FAM (Fibroadenoma mammae) atau tumor jinak payudara
Sabtu, 09 Januari 2021
BTS : Music and artist for healing
Minggu, 09 Februari 2020
The Best Korean Drama (Reply 1988)
Sabtu, 26 Oktober 2019
Stop bullying, stop body shaming !!!
Bullying, perkusi, body shaming, apapun bentuknya secara verbal maupun fisik yang menyakiti hati dan tubuh seseorang adalah hal yang tidak dibenarkan.
Pernahkah kalian berfikir bahwa prilaku bullying itu begitu membekas di jiwa seseorang? korban bullying yang memendam emosinya bertahun-tahun akan membuatnya menjadi lebih terluka dan sulit disembuhkan.
Merasa tidak berarti, depresi dan bahkan bunuh diri adalah akibat yang ditimbulkan dari bullying, so please bijaklah berkata-kata, bijaklah berprilaku, di media sosial maupun di dunia nyata.
Sudah banyak sekali korban berjatuhan yang ditimbulkan dari bullying ini, apa sih gunanya kita melakukan bullying? Merasa hebat? Merasa berani? No... it's big wrong.. Kalian tidak pernah tahu apa akibat terburuk yang kalian timbulkan dari bullying tersebut.
Kenapa aku membahas soal bullying? Karena aku juga pernah menjadi korban bullying dan body shaming, bukan sekali atau dua kali tapi sudah sering sekali terjadi, so.. di media ini aku ingin sekali sharing pengalaman aku dan cara mengatasinya agar tidak ada lagi korban body shaming atau pelaku body shaming yang sejujurnya sangat menyakiti kami para korban. Meskipun mereka membela diri dengan berkata, "ah.. itu kan cuma becanda, kok gitu aja baperan sih.." itu salah besar, becanda itu adalah hal yang menyenangkan sementara body shaming itu menyakitkan, dimana kita merasa dipermalukan, dianggap tidak pantas, diremehkan atau bahkan dianggap tidak normal.
Dulu waktu SMP aku masih sangat ingat dimana aku merasa sangat diremehkan oleh teman satu kelas yang jelas-jelas membully di depan banyak orang, waktu itu di kelas 3 aku berhasil masuk kelas unggulan yang terdiri dari anak-anak yang di kelas sebelumnya masuk peringkat 5 besar, dia yang merasa sangat pintar mengatakan, "paling juga si dia bakalan dipindahkan ke kelas biasa nanti di semester 2" dia mengatakan dengan menunjuk aku seolah-olah aku tidak layak masuk kelas unggulan, jujur itu kata-kata yang bagiku sangat menyakitkan karena meremehkan kemampuanku saat itu, tapu aku bersyukur dengan kata-katanya aku jadi terpacu untuk mempertahankan nilai dan masih bisa bersaing di kelas unggulan.
Waktu SMA alhamdulillah aku tidak pernah mengalami hal buruk karena disana aku merasa mendapatkan panggungku, menjadi siswa yang aktif dengan segudang kegiatan sekolah dan ekstrakurikuler hampir tak ku temui prilaku bullying.
Di masa kuliah adalah masa-masa yang berat untukku, jujur memang kendala bahasa daerah yaitu bahasa sunda yang belum terlalu aku pahami waktu itu membuat aku menjadi pribadi yang agak pendiam dan pemalu karena merasa berbeda, namun lama-kelamaan aku bisa berbaur dengan mereka, tapi ada saja yang tidak suka dan body shaming itu benar-benar aku dapatkan di dunia kampus ini. "Idih.. pakainnya kok itu-itu aja sih, idih gayanya norak.." itu salah satu komentar dari teman kelasku yang memang sangat terkenal fashionable so.. aku tidak terlalu memikirkannya, karena aku juga sadar bahwa aku memang terlahir dari keluarga yang sangat sederhana yang tidak bisa mengikuti trend berpakean seperti yang ia kenakan.
Selanjutnya waktu itu ada penampilan teater, semua orang memakai kostum dan dandanan yang berbeda untuk menunjang penampilan kami, lalu dia berseloroh, "meski didandanin gimana juga kamu ga cantik, cuma ketolong sama mata kamu yg bagus, uda ga usah dandan percuma.." jujur mendengar itu aku menjadi ga percaya diri, bertanya-tanya, apa benar aku tidak cantik, apa benar aku tidak pantas berdandan. Tidak tahu mengapa perasaanku sangat sedih dikatakan tidak cantik dan jujur itu membekas di hati, selalu merasa tidak cantik dan tidak percaya diri meskipun teman-teman lain mengatakan yang sebaliknya. Bahkan sampai saat ini aku selalu merasa tidak cantik dan itu membuatku jauh dari kata percaya diri.
Di dunia sekolah maupun kuliah aku tidak pernah membalas atau menjawab bullying itu, hanya bisa ku pendam sendiri, namun ketika sudah memasuki dunia kerja, aku tahu apa yg harus aku lakukan. Ya... menjawab dan membela diri !
Salah seorang teman kantorku mengatakan dengan entengnya, "may.. kamu kurus banget, ga pernah makan ya? Penyakitan ya?" Masyallah.. banyak sekali kata-kata body shaming yang aku terima darinya, aku tahu mengapa dia mengatakan hal itu, karena dia over weight ! Belakangan aku tahu kalau dia mati-matian melakukan diet. Ada beberapa juga orang yang mengatakan hal yg sama, dan aku menjawab dengan pasti "iya aku memang kurus, terus kenapa? Kamu mau kasih aku makan?" Seketika mereka akan bungkam dengan sendirinya dan tidak lagi mengatakan hal itu.
Mengapa orang-orang sering sekali mempermasalahkan bentuk tubuh seseorang? Tinggi, pendek, kurus, gendut apa yang salah dengan itu, this is my body so what your bisniss? Aku tidak pernah mengerti, disaat orang lain begitu ketat melakukan diet lalu mengapa ia membully orang yang sudah kurus dan susah menaikkan berat badan. Kalian tahu kenapa? Iri, dengki adalah jawabannya. Meski aku juga sedih dan berusaha melakukan apapun untuk menaikkan berat badan tapi pada akhirnya aku sadar bahwa aku harus mencintai apapun dan bagaimanapun kondisi tubuh kita.
Penerimaan dan penghargaan bagi tubuh kita sendiri adalah kunci yang utama untuk menghalau segala bentuk body shaming yang mereka lontarkan, jika kita sudah menerima, sudah mencintai bagaimanapun fisik kita, entah mereka bilang jelek, kurus, pasti kita bisa menjadi diri sendiri dan tidak lagi terpengaruh dengan perkataan-perkataan mereka.
Berat memang menghadapi bullying dan body shaming but well.. this is our body so just loving what we have. Setiap orang boleh mengatakan apapun tapi kita lebih mengetahui potensi diri kita sendiri.
So.. kenali, hargai dan cintai diri sendiri maka kita tidak akan pernah terpengaruh dengan perkataan-perkataan mereka, dan sekarang aku tidak lagi mendengarkan perkataan-perkataan mereka karena aku sadar menjadi cantik itu tidak hanya dari bentuk wajah, tidak hanya diukur dari bentuk tubuh yang ideal tapi prilaku, kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual adalah lebih utama dari apapun.
Thanks buat kalian yang uda baca sharing pengalaman aku, perasaanku jadi sangat lega...
Ga apa-apa dibilang ga cantik sama satu dua orang tapi bagi orang tuaku aku adalah anak yang paling cantik, :D
Hehehe...
Love you all...
Rabu, 12 Juni 2019
Dear my future husband
Dear my future husband,
(I write this letter for tell you what I wish and what I want to do with you)
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamua'laikum calon imamku yg entah ada dimana saat ini, apa kabarmu? Aku harap kau baik2 saja disana..
Hay.. aku rindu, sangat rindu untuk bertemu, aku tahu saat ini mungkin kita belum dipertemukan untuk satu dua hal alasan. Bisa jadi Allah belum mempertemukan kita karena kita harus saling memperbaiki diri agar sama2 pantas dan layak ketika bersanding nanti. Ketika harus menjalani hari2 bersama, hari2 yg tidak hanya indah tapi juga pasti banyak cobaan, halangan dan rintangan yg akan silih berganti datang menghampiri hari2 kita, itulah sebabnya kita masih diberikan kesempatan untuk terus memperbaiki diri karena saat kelak kita sudah melangkah bersama dalam ikatan suci pernikahan maka itulah awal perjuangan kita, awal dibukanya gerbang dunia yg baru sehingga kita harus benar2 mempersiapkannya lahir maupun bathin, jiwa dan raga, karena aku atau kau pasti menginginkan pernikahan yg akan selalu dipenuhi keberkahan.
Dear calon suamiku, maafkan aku.. jika nanti kelakuanku, sikapku terkadang membuatmu marah atau kecewa, aku harap kau tak meninggalkanku, aku ingin engkau menegurku, menasehatiku dgn lembut aku yakin akan mengerti jika kau melakukannya. Jangan diamkan aku jika terjadi perselisihan atau perbedaan pendapat karena itu akan membuatku sedih, cukup jelaskan apa yg menurutmu baik aku akan mempertimbangkannya.
Dear calon suamiku, maafkan aku jika nanti masakanku tak seenak masakan ibumu, tapi aku pastikan apa yg kumasak dan ku hidangkan untukmu adalah masakan yg ku buat dgn penuh cinta, yg ku jamin kebersihannya dan kelak semoga aku bisa memasak masakan kesukaanmu.
Dear calon suamiku, jangan bosan dengan sikapku yg manja dan tak bisa jauh darimu, atau kesal dgn sikap cemburuanku karena beginilah aku adanya. Bukan aku tak bisa menjadi wanita yg mandiri tapi aku hanya ingin menciptakan suasana romantis dan harmonis,hehe...
Dear calon suamiku, kelak ketika keluarga kecil kita dikarunia Allah keturunan, anak2 yg soleh solehah maka aku ingin mendidik mereka dgn penuh kasih sayang, mengajarkan agama sejak mereka bahkan di dalam rahimku, mengajarkan ngaji dan sholat sejak kanak2 dgn penuh kelembutan, aku tidak ingin anak2ku mendapatkan perlakuan kasar tidak juga terlalu menjadi anak yg manja, bagiku mendidik dgn penuh kelembutan dan kasih sayang akan membentuk karakter mereka, sehingga kelak mereka akan tumbuh menjadi anak2 yg baik akhlaknya, cerdas dan kuat imannya. Aku tidak akan pernah dan tidak rela menitipkan anakku pada siapapun karena aku yg akan menjadi madrasah pertama bagi mereka.
Dear calon imamku, jangan pernah memberikan nafkah yg tidak halal untuk keluarga kecil kita, karena makanan yg di dapat dgn cara yg tidak halal akan mendatangkan mudharat dan tidak akan ada keberkahan di dalamnya, aku tidak rela jika anak2 kita memakannya..
aku akan mensyukuri setiap suap demi suap makanan yg engkau dapat dgn cara halal sekecil apapun itu.
Dear calon imamku, segeralah jemput aku dgn memohon petunjuk dr-Nya, minta restu orang tuamu terlebih dahulu karena dr merekalah keberkahan sebuah pernikahan akan kita dapatkan.
Dear calon suamiku, sudah dulu ya.. semoga Allah mendengar doa2 kita sehingga kerinduan kita untuk beribadah, kerinduan kita untuk menggenapkan separuh agama segera terwujud.
Aamiin ya robbal alamiin..
Assalamu'alaikum wr wb,
Salam manis dr calon istrimu tercinta
^^
Minggu, 25 November 2018
Kebahagiaan yang hakiki
Malam ini sangat indah, bukan karena bintang-bintang atau rembulan di langit tapi... selama perjalanan dari rumah menuju kosan ada banyak suara2 positif berbisik penuh hikmah tak terhalang oleh deru kendaraan, bunyi klakson atau suara bising lainnya. Aku tidak tahu harus menyebutnya apa, sebuah inspirasi atau hidayah yg seolah merasuk begitu saja menjadi satu dalam pikiran dan hati seketika itu juga membuatku melelehkan air mata.
Bisa jadi fikiran itu hadir sebagai tanda aku semakin dewasa atau mencoba mencerna dan merangkum serangkaian peristiwa yg selama ini terjadi. Cara Allah begitu indah...
Allah itu sesuai dengan prasangka hamba-Nya, kalimat itu sangat tepat dan aku meyakininya. Selama ini aku terjebak oleh pikiranku sendiri juga perasaan kacau balau dan merasa tidak bahagia. Mengapa begitu? karena ternyata aku tidak pandai mensyukuri semua anugerah yg sudah Allah beri. Tahukah kau apa yg membuat kita bahagia? bukan karena tercapainya target, bukan karena suksesnya karir ataupun pencapaian2 lainnya, tapi yg membuat hidup terasa bahagia adalah "bersyukur dan ikhlas" 2 kata yg sangat sulit kita capai. Tadi pagi aku berbincang dengan bu de seorang wanita paruh baya yg sangat aku kagumi karena kesabarannya, keikhlasannya, dan pandainya ia bersyukur, aku ingin seteguh ia dalam memegang prinsip-prinsip hidupnya.
Syukur itu tidak hanya dengan berkata "alhamdulillah" tapi lebih dari itu kita jadi lebih ringan melangkah, bukan tak baik mempunyai target tapi pasrah dan ikhlas atas skenario terindah-Nya adalah yg aku maksud. Kekecewaan ataupun penyesalan diri di masa lalu memang menyakitkan tp lebih dari itu ternyata Allah sudah menyiapkan rencana2 terbaik-Nya karena Dia begitu mencintai hamba-hamba-Nya. Aku merasa sangat buruk pernah merasa putus asa dan merasa ditinggalkan oleh Tuhan sedangkan yg terjadi malah sebaliknya, Allah sedang menyelamatkan aku dr hal2 yg tak semestinya. Allah sesuai prasangka hambanya seperti yg aku katakan di awal karena itulah berfikir positif adalah langkah awal kita untuk bersyukur.
Khusnuzon-Bersyukur-lalu timbullah ikhlas yg katanya sangat sulit karena itu hanya manusia2 yg bertakwa dan kuat keimanannya saja yg bisa mencapainya. Lantas...mengapa kita tidak mencoba dengan langkah awal. Langkah awal yg berat karena menjadi diri yg baru, langkah awal yg berat karena menjadi jalan pembuka kebahagiaan yg hakiki , langkah awal yg berat karena kita tak mau mencobanya. Aku ingin mencoba meraihnya sebuah kebahagiaan hakiki yg tidal dapat diukur oleh materi. aku ingin melangkah menjadi pribadi yg lebih pandai bersyukur. Aamiin Ya Robbal alamiin...
Cilegon, 25 November 2018 '21.00'WIB
#SebuahCatatanKecil #MuhasabahDiri
Selasa, 19 Juni 2018
Angel : Fenomena masa kini (sebuah tokoh dalam kabaret)
3 syawal 1439 H adalah hari dimana halal bihalal diadakan di desaku, di hari itu dari kepala desa hingga seluruh masyarakat desa berkumpul di satu tempat untuk melakukan sebuah acara halal bihalal yang rutin di adakan setiap tahunnya.
Acara halal bihalal sudah menjadi tradisi yang mempersatukan seluruh masyarakat desa karena banyak acara menarik yang sudah disiapkan panitia, dari mengundang ustad atau penceramah kondang juga tak lupa masyarakat disuguhkan banyak hiburan seperti marawis, qosidah, nasyid, kabaret (sejenis drama) dan yang paling ditunggu adalah doorprize tentu saja siapapun mendapatkan kesempatan untuk memperoleh bingkisan menarik yang juga sudah dipersiapkan oleh panitia.
Sebenarnya bukan masalah apapun hiburan yang ditampilkan dan yang dipersiapkan panitia karena esensi dari acara halal bihalal tersebut adalah untuk bersilaturahmi, mempertemukan dan mempersatukan penduduk desa dalam satu tempat yang mungkin sangat sulit dilaksanakan di waktu yang lain.
Bagiku ada yang berbeda acara halal bihalal tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya, karena tahun ini aku diberikan kesempatan oleh anak-anak teater desaku untuk ikut serta berperan dalam pementasan kabaret. Hal itu adalah pengalaman yang sangat luarbiasa menarik, kenapa menarik? Karena seni drama kabaret baru pertama kalinya aku mainkan, sebelumnya aku sudah sering bermain drama bahkan semenjak SD hingga kuliah seni drama sudah sering aku mainkan tetapi untuk kabaret rasanya itu adalah hal baru yang sudah semestinya tidak akan aku tolak tawaran tersebut.
Dan akhirnya, malam itu kami tampil dengan persiapan yang ada, beberapa malam menyiapkan recording dan pendalaman karakter, bagiku tidak terlalu sulit karena aku hanya muncul satu kali di panggung dengan dialog yang sangat sedikit jadi tidak terlalu khawatir harus tampil di depan masyarakat desa, hehee...
Oya, karakter yang aku mainkan adalah 'Angel' seorang gadis desa yang cantik dan terkenal di seluruh desa yang juga seorang putri dari pengusaha kaya bernama Pak kaisar. Angel seorang gadis yang hobi selfie dan aktif di sosmed tidak peduli dengan masyarakat sekitar, sifatnya blak-blakan dan suka pamer foto-foto seksi, hahaa... jujur ketika aku tahu karakter angel saat itu langsung terlontar di mulutku, "No...ini sih namanya pembunuhan karakter". Aku agak ragu sebenarnya untuk memerankan gadis ABABIL seperti itu, secara umurku bukan lagi ABG, parasku biasa saja, dan sifatnya juga bertolak belakang sangat... tapi...sekali lagi ini sebuah tantangan yang semestinya aku berani taklukan. So... Aku berusaha menjadi 'angel' malam itu.. :D
Menurutku 'Angel' adalah fenomena anak-anak remaja saat ini yang memang agak memprihatinkan, attitude yang buruk, miskin sopan santun dan apatis, well... aku tidak bermaksud men-generalisasi semua remaja, bagaimanapun kita tidak bisa menutup mata melihatnya bahwa hal ini memang terjadi dan nyata ada di lingkungan kita. Hal ini menjadi renungan kita bersama bagaimana sebenarnya pendidikan karakter yang mesti di bangun di dalam rumah, lingkungan yang sehat yang juga akan mempengaruhi karakter seorang anak dan banyak hal lainnya yang berkaitan dengan hal ini. So... sekali lagi angel adalah fenomena yang membuka mata kita bahwa pendidikan karakter dan moral itu penting diterapkan sejak dini.. well kita tidak boleh pesimis bahwa generasi penerus kita akan jauh lebih baik dari generasi-generasi sebelumnya.
So...stay positive and do the best you could..
See you.. ^^
Kamis, 14 Juni 2018
Hari kemenangan
Hari ini, tanggal 1 syawal 1439 H adalah hari dimana semua muslimin merayakan hari raya idul fitri yang kita sebut sebagai hari kemenangan.
Mengapa disebut hari kemenangan? Karena selama satu bulan penuh kita telah menunaikan ibadah puasa, menahan dari lapar dan dahaga, mengendalikan nafsu dan amarah, memperbanyak ibadah dan kajian Alqur'an dan juga berzakat fitrah yang seolah menutup dengan manis rangkaian ibadah kita selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Hari raya idul fitri, hari dimana kita kembali suci..
Akankah hari kemenangan ini berharga dan bermakna? Setiap orang mempunyai jawabannya masing-masing. Jika benar kita telah memanfaatkan satu bulan yg di damba maka hari kemenangan jelas menjadi terasa sangat bermakna dan patut dinanti, tapi jika sebaliknya dan seolah kita menyia-nyiakannya maka tak ada kata 'kemenangan' yg ada adalah 'kerugian'.
Semoga Allah kembali mempertemukan kita dengan Ramadhan yang suci, bulan yg dinanti dan di sebelas bulan ke depan kita bisa menjaga keistiqomahan ibadah kita... mudah2an Allah senantiasa menjaga dan memberikan cahaya hidayah bagi kita yang mencarinya. Aamiin Allahumma Aamiin..
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, lailahaillallahhu allahu akbar, allahu akbar wa lillaahilham...
Mohon maaf lahir dan bathin...
Sabtu, 09 Juni 2018
Memulai kembali dari titik 'Nol'
Memulai lagi semuanya dari 'Nol' adalah seperti membuka buku tulis baru yg masih bersih, tak ada tulisan bahkan coretan di dalamnya. Ada keengganan ketika pena harus memulai sebuah titik, ada keterpaksaan dalam berfikir dan memulai imajinasi baru namun ada juga harapan dan asa yang terselip dan itulah titik pijak kita.
Titik dimana kita mesti berani bergerak, titik dimana kita mau melangkah, titik dimana kesempatan baru yang kemungkinan menjadikan kita individu baru akan dimulai. Rasa ragu, kecewa, sedih, menyesal, marah dimasa lalu seolah menjadi pendorong kuat agar kita mau membuka hati dan melupakan semuanya. Di lain sisi.. cinta, rindu, bahagia, persahabatan, kenyamanan kenangan enggan lenyap dan terus melekat.
Tak apa jika sesekali masih ku tatap kenangan manis, senyum ramah, tawa canda itu tapi jika terus menerus teringat maka langkah semakin berat, bukankah juga ada rasa kecewa dan marah? Mengapa itu tak bisa menjadi pendorong untuk maju?
Teramat melekat.. coretan-coretan di bukuku yang usang itu, sesekali masih terus ku baca lagi dan lagi hingga aku lupa bagaimana menutup kisah. Jika mereka telah jauh melangkah lantas mengapa aku masih di titik ini? Mengapa cinta, karir, cita dan cipta yang aku harapkan seolah-olah sepakat berhenti di satu titik, kenapa???
Ada yang salah pada diri ini... ada yang salah dan menjadi bahan koreksi, aku tidak ingin lagi tertahan oleh bayang-bayang, aku tidak ingin lagi larut dalam kenangan yang tak surut-surut. Aku juga ingin menjadi pribadi tangguh yang selalu membawa senyum bahagia untuk mereka..
Mulai dari titik ini dan selanjutnya aku adalah aku yang berani melangkah maju.
Bismillah...
Minggu, 29 April 2018
Lika liku persahabatan dunia maya
Hidup di zaman modern dengan tekhnologi yang canggih seperti saat ini sangat memudahkan kita untuk terhubung dengan dunia luar dan melakukan kegiatan apapun, misalnya saja jual beli online. Siapapun tidak perlu repot-repot harus datang ke mall atau toko untuk melakukan proses jual beli yang memakan waktu itu, cukup kamu mendownload salah satu aplikasi jual beli, mencari barang yang kamu inginkan, kamu pesan dan transfer pembayaran, akhirnya barang yang diinginkan sampai. Sama halnya dengan aplikasi jual beli, media sosial atau jejaring sosial yang memungkinkan pertemanan dengan orang-orang luar daerah bahkan luar negeri juga menjamur dan tak terhitung jumlahnya sekarang.
Siapapun pasti punya medsos, entah itu FB, Instagram, twitter dll. Hal itu memang wajar sebagai salah satu bentuk eksistensi atau aktualisasi diri ataupun mungkin alasan lainnya. Memang menyenangkan bahkan sangat menyenangkan memiliki medsos yang membuat kita bisa terhubung dengan orang-orang yang jauh dari kita namun melalui medsos jarak itu terasa sangat dekat.
Kalian tentu punya cerita yang menarik tentang persahabatan kalian dengan teman-teman yang baru kalian kenal melalui medsos yang kalian punya, begitu juga saya, dulu saya juga pengguna beberapa medsos yang sangat aktif namun karena beberapa alasan saya harus menutup akun tersebut. Cerita mengerikan tentang penipuan, pemerkosaan bahkan pembunuhan yang kalian dengar dari berita bisa terjadi karena sebuah perkenalan dari medsos tapi tak jarang juga berita bahagia seperti persahabatan, pernikahan atau bisnis yang sangat sukses juga bisa terjadi melalui medsos. Semuanya sangat tergantung dari kita sang pengguna medsos yang harus bijak dan berhati-hati menggunakannya, nah.. kali ini saya ingin sekali sharing beberapa pengalaman unik dan tak terlupakan saya mengenai persahabatan di dunia maya.
Di masa kuliah untuk pertama kalinya saya mengenal facebook dan mungkin FB adalah medsos pertama saya, dari FB saya kembali terhubung dengan teman-teman SMP dan SMA bahkan mengenal teman-teman baru. Salah satunya teman baruku bernama 'Nikmah'
Excited.. mungkin itu kata yang dapat menggambarkan betapa senengnya saya bisa mengenalnya, dia berasal dari Gresik Jatim, orangnya menyenangkan dan suka berpetualang. Dia suka sekali memposting foto-foto liburannya di beberapa tempat, ya...sangat membuat iri, kami akhirnya mulai dekat karena beberapa alasan dan dia memberanikan diri untuk datang ke tempatku di Bandung untuk jalan-jalan. Katanya sudah lama dia ingin bisa berkunjung ke Bandung ditambah lagi ternyata dia percaya pada saya, akhirnya dia datang dan menginap 2 malam di asramaku yang sempit, haha.. maklum waktu itu saya memang tinggal di asrama khusus mahasiswa dengan penghuni 8 orang satu kamarnya. Saya mengajaknya ke alun-alun Bandung, ke gedung sate, jalan braga dan sekitarnya. Tidak hanya itu saya juga tidak menyangka pada akhirnya tiba giliran saya yang datang berkunjung ke tempatnya, ya... saya berkunjung ke Gresik belum lama ini waktu saya kursus di Kediri. Saya memberanikan diri pergi sendiri dari kediri ke gresik sekitar 3 jam perjalanannya menggunakan Bis, sampai di rumahnya saya disambut dengan baik oleh Bapak ibu beliau dan pertama kalinya bahkan saya mencoba makan Rawon masakan ibunya yang sangat enak, 2 malam menginap di rumahnya dan di ajak berkeliling kota Surabaya bersama satu orang temannya bernama 'Lina' pengalaman yang sangat menyenangkan bisa keliling kota Surabaya bersama kalian :D
Selain dengan Nikmah persahabatan dunia maya yang menjadi nyata dan menurutku sangat unik ini, ada seorang teman yang menurutku kisahnya sedikit aneh, namanya 'R' dia sering sekali ngechat tapi sering juga saya abaikan chatnya itu karena menurutku dia hanyalah orang iseng apalagi melihat keterangan profilnya yang tidak jelas, tapi tak lama kemudian dia ngechat lagi dan meminta bantuanku katanya dia hanya butuh teman untuk sharing masalah agama, akhirnya dari situ saya mengenalnya. Dia bercerita kalau kehidupannya sangat kelam, dulu dia seorang pencandu narkoba, sabu-sabu dan sejenisnya, masa-masa sekolahnya dihabiskan dengan tawuran dan hal-hal negatif lainnya, dan intinya dia ingin bertaubat. Pada mulanya saya ragu dengan cerita beliau karena sangat aneh sekali seseorang mau bercerita tentang kehidupan kelamnya pada seseorang yang baru saja dikenalnya lewat medsos. Tapi dia meyakinkanku untuk bertemu dengannya karena ternyata... dia tinggal di sebuah bedeng yang tak jauh dari kampusku dan dia tahu aku kuliah disana. Sangat mengejutkan memang.. dia yang saat itu berprofesi sebagai seorang kuli bangunan harus tinggal berpindah-pindah dari satu bedeng ke bedeng lain. Sebenarnya bukan tanpa alasan dia hidup merantau.. dia bilang dia sedang mencari Tuhan, yang tiba-tiba menuntunnya ke tempat itu, hmm.. aneh. Dia bercerita padaku bahwa keinginannya untuk berubah menjadi manusia yang lebih baik sudah sering dia coba tetapi lingkungan baru yang dia tempati tidak kondusif bagi imannya yang masih tipis. Bagiku alasannya itu hanya dibuat-buat saja, karena ketika seseorang berniat taubat dengan sungguh-sungguh, maka Allah pasti akan menunjukkan jalannya, bagiku kak R hanya kurang berusaha dengan keras. Meski begitu sebenarnya kak R itu orang yang baik dan cerdas juga untuk beberapa topik pembicaraan dia sangat lancar menjelaskan beberapa hal.
Aku bersama dua orang temanku pergi menemuinya, ternyata dia memang seperti yang dia ceritakan, bekas tindik di telinganya, suaranya yang parau mungkin karena pengaruh rokok atau obat-obatan saya kurang mengerti yang pasti waktu itu saya hanya ingin memastikan bahwa sebenarnya dia bisa berubah jika sungguh-sungguh, dan satu hal... selama ini dia hanya butuh pedoman dan tak lain pedoman hidup itu adalah Al-qur'an dan hadist, sebuah al-qur'an kecil berwarna pink aku serahkan kepadanya sebagai sebuah pegangan hidup, bagiku tidak ada kata terlambat untuk berubah menjadi lebih baik dan aku yakin kak R bisa melakukannya.
Setelah itu aku tak lagi menemuinya karena ternyata dia juga harus pindah tempat kerja di daerah lain. Lama tak terdengar kabarnya terakhir dia bercerita kalau sekarang dia sudah memulai hidupnya yang baru sebagai seorang guru ngaji di tempat kelahirannya di Palembang, tentu saja dia mampu karena sebelumnya kak R bercerita kalau dulu orangtuanya sempat memasukkannya ke pesantren. Alhamdulillah... sangat bahagia mendengarnya, ditambah lagi dia sudah berkeluarga sekarang.
Ada pengalaman menyenangkan dan unik namun ada juga pengalaman buruk, mungkin hal ini juga menjadi salah satu alasan mengapa pada akhirnya saya memutuskan untuk menutup akun-akun medsos saya.
Sebut saja namanya Em, dia salah satu teman dari luar negeri yang ku kenal. Awalnya pertemanan kami sangat baik, kami saling bercerita tentang negara kami masing-masing, dia juga bercerita tentang kultur dan budaya di negaranya bahkan sempat mengajari bahasa dari negaranya, saya tak perlu menyebutkan asal negaranya yang pasti dia berasal dari benua eropa, saya sangat excited awalnya karena dengan mengenal dia dan chat dengannya cukup membantu melatih kemampuan bahasa Inggris saya, makin hari makin kenal karakter masing-masing dan em bilang dia suka dengan saya dan berniat datang ke Indonesia untuk bertemu dengan saya, mendengarnya saya sangat bahagia. Tapi... pada suatu hari tiba-tiba em memaksa saya untuk membuat video katanya dia ingin memperlihatkan saya ke keluarganya terutama ibunya yang penasaran dan ingin mengenal saya tapi saya menolaknya, dia terus memaksa dan memaksa tapi tetap saya tolak dan akhirnya saya abaikan chat dia. Hingga akhirnya dia bercerita tentang kehidupan dia yang sebenarnya, pergaulan liar dan sex bebas yang selama ini dia jalani, entah mengapa em harus menceritakan itu pada saya, mungkin dia ingin kembali mendapat perhatian, terus terang saya kaget mendengarnya karena sebelumnya yang saya tahu em adalah pemuda yang cukup religius, bahkan dia sempat bercerita bahwa dia tetap menjalankan ibadah puasa meski di negaranya bisa mencapai 16 jam waktu berpuasa setiap harinya karena memang di eropa cuacanya berbeda dengan di Indonesia. Pada akhirnya saya tahu kalau dia juga seorang penderita eksibisionisme karena beberapa kali dia meneror saya dengan kiriman foto bahkan video yang tak pantas. Saya takut, marah, jijik, sedih.. semuanya jadi satu. Saya memutuskan memblok akunnya, tapi dia masih meneror dengan akun-akun lainnya. Hingga akhirnya saya menutup akun Medsos saya karena saya tidak sanggup dan takut terjerumus.
Persahabatan dunia maya terkadang menyenangkan tapi tak jarang juga mengerikan, mungkin saya termasuk orang yang suka sekali berkenalan dengan orang-orang baru karena bisa mengenal berbagai macam karakter orang dan memahami bahwa setiap individu itu berbeda membuat saya sadar kalau dunia luar itu begitu luas. Terkadang mungkin saya terlampau asik dengan persahabatan dunia maya sehingga mengabaikan persahabatan di dunia nyata, itu juga salah satu alasan juga saya harus segera kembali menjalani persahabatan yang sesungguhnya di dunia nyata. Belum lagi akhir-akhir ini medsos isinya kebanyakan tentang prilaku anak-anak labil dan alay dengan postingannya yang bikin pusing kepala, ujaran kebencian, berita hoax dll semakin memantapkan diri saya bahwa saya harus berhenti. Hal itu bukan berarti saya anti medsos, karena tentu saja medsos juga banyak manfaatnya. Namun untuk saya sendiri untuk saat ini hanya ada WA,Line dan Blog ini sarana saya berbagi cerita dengan kalian, tidak menutup kemungkinan saya akan mengaktifkan kembali akun-akun medsos saya yang lainnya.
Sebenarnya masih banyak cerita dan pengalaman saya tentang lika liku persahabatan dunia maya ini namun jika diceritakan disini mungkin akan menjadi sebuah novel yang panjaaaang. Intinya saya hanya ingin berbagi pengalaman saja, tidak ada niat untuk menakut-nakuti, gaya-gayaan atau apapun.
Well... sekali lagi semuanya tergantung kita dalam menggunakan medsos dan memanfaatkannya. Karena seperti halnya pisau bisa dipakai untuk kebaikan atau juga hal-hal buruk. Tetap bijak memakainya itu adalah kuncinya. Kalau kalian punya cerita menarik dan ingin berbagi boleh silahkan di kolom komentar.
See you and stay healthy...
^^
Jumat, 27 April 2018
Kehidupan Sosial antara Pencitraan atau Menjadi Diri Sendiri
Terdengar berat mungkin jika kali ini saya membahas tentang "Kehidupan Sosial" tapi hal ini memang sangat menarik untuk dibahas, apalagi kita tidak bisa menutup mata jika sering sekali terjadi pergulatan bathin ketika kita dihadapkan dengan sesuatu yang menuntut sikap kita dan ketegasan kita namun terabaikan karena satu atau dua hal. Hakikatnya kita adalah makhluk sosial yang selalu berinteraksi dengan lingkungan, tempat kita bekerja, sekolah, kuliah ataupun lingkungan rumah tapi tidak bisa dipungkiri bahwa pasti ada saja sesuatu hal yang menggugah diri dan seolah bertentangan dengan nurani. Lantas... bagaimana kita mesti menyikapinya?
Perlu kita sadari bahwa perbedaan adalah sebuah keniscayaan, yup.. tinggal bagaimana cara kita menyikapinya, terkadang ada yang hanya ikut-ikutan arus dan tidak berani mengungkapkan pendapatnya karena alasan tidak enak, takut dicemooh, takut dimusuhi atau takut dianggap berbeda. Yah.. menjadi berbeda terkadang menjadi hal yang sangat menakutkan untuk sebagian orang dan pada akhirnya mengesampingkan kata hati, itulah yang saya sebut pergulatan bathin.
Saya atau bahkan anda pasti pernah merasakan berada di tengah orang-orang 'bertopeng' lalu... dengan atau tidak sengaja kita ikut menjadi bagian 'genk bertopeng' tertawa, haha hihi di luar, bersikap akrab, namun membenci di dalam hati, bergosip dan bergunjing di belakang, sungguh memuakkan dan meletihkan.
Kadang saya hanya berfikir, kenapa kita tidak bersikap jujur setidaknya pada diri sendiri. Yah saya tau alasannya... 'Kehidupan sosial' seolah-olah menuntut kita menjadi orang-orang palsu demi sebuah 'pencitraan' atau kesan manis yang orang lain tunjukkan pada kita. Apakah hal itu sangat penting? Tentu saja sangat penting bagi mereka yang tidak memiliki kepercayaan diri. Ikut-ikutan menjadi satu-satunya senjata untuk mendapatkan perhatian dan kesan dari orang lain.
Menjadi diri sendiri bukan berarti kita menentang orang lain, menjadi diri sendiri bukan berarti membenci orang lain, menjadi diri sendiri adalah penghargaan diri kita terhadap apa yang kita miliki dan apa yang kita anggap benar. Resiko menjadi diri sendiri tentu ada... orang lain akan menganggap kita jujur dan bersikap apa adanya tanpa dibuat-buat atau sekedar ikut arus tapi tidak menutup kemungkinan juga mereka menganggap kita arogan, well... siapa yang butuh penilaian mereka ketika kita sudah berusaha jujur dengan diri sendiri? Perlu diingat bahwa disini saya tidak mengajarkan untuk bersikap frontal melainkan bersikap bijak sesuai dengan hatimu sendiri.
Kehidupan sosial bukan hanya tentang bagaimana kita berbaur dengan orang lain melainkan bagaimana kita membawa pengaruh positif dan menjadi diri sendiri di tengah orang-orang baik yang benar-benar tulus menerima kita dan percayalah ketika kita jujur dengan diri sendiri cinta yang tulus dari orang-orang sekitarpun akan kita tuai.
Terjebak di tengah-tengah lingkungan yang penuh intrik menjadi sebuah pengalaman yang sangat berharga, sehingga membuka mata saya bahwa dunia itu keras yah... saya mungkin bukan seseorang yang pandai menyembunyikan perasaan so... mundur dari lingkungan tersebut adalah hal paling bijak yang saya pilih, bukan saya takut dibenci atau menyerah menjadi diri sendiri tapi kata hati mengatakan "tidak perlu memaksakan diri untuk hal yang kamu anggap sia-sia".
Well... apapun pilihanmu, menjadi manusia bertopeng atau menjadi diri sendiri di tengah kehidupan sosial adalah hak mu sendiri yang orang lain akan sadari suatu hari nanti.
Cheer up and stay positive...!!!
Selasa, 07 Februari 2017
Mengenal Ilmu Filsafat Melalui Buku Dunia Sophie
Beberapa hari ini saya tenggelam dalam sebuah buku berjudul "Dunia Sophie". Sebuah buku yang mengajakku ke dunia filsafat, mengenal pemikiran para filsuf permulaan seperti Socrates, Plato, Aristoteles, filsafat abad pertengahan, Reneisan hingga Sigmund freud. Buku ini membawaku ke dunia penuh teka-teki dan misteri, ikut menyelami pemahaman sophie dalam ilmu filsafat. menurut saya buku ini sangat efektif dibaca sebagai panduan seorang pemula seperti saya dalam memahami ilmu filsafat.
Dulu saya menganggap belajar filsafat adalah sesuatu yang sangat berat dan sulit dipahami tapi dengan membaca buku ini keingintahuan kita tentang filsafat sedikit banyak akan tercerahkan. Ilmu filsafat yang dianggap berat nyatanya bisa dibungkus dalam sebuah novel tanpa mengurangi isi dan nilai ilmu filsafat itu sendiri.
Sophie gadis belia yang cerdas dalam novel ini mencerminkan rasa keingintahuan dan minatnya yang besar dalam memahami ilmu filsafat sehingga mendorong saya untuk membacanya berulang-ulang pemikiran-pemikiran para filsuf tersebut. Ada keseruan tersendiri yang seolah-olah menjadikan kita bagian dari novel tersebut.
Surat-surat yang berisi pertanyaan-pertanyaan aneh dari Alberto knox yang ditujukan kepada Sophie membuat kita ikut berfikir seperti pertanyaan "Siapa kamu?" " Dari mana datangnya dunia?" kita ikut menebak-nebak apa yang akan sophie pikirkan. Belum lagi misteri tentang siapa sebenarnya Alberto knox, Hilde dan misteri ayah hilde yang mengirimkan surat untuk putrinya tetapi dialamatkan ke rumah sophie.
Intinya saya sangat kagum dengan Jostein Garder yang menuangkan ilmu filsafat secara gamblang dalam sebuah novel yang didalamnya tentu ada alur, dan setting penggabungan dunia modern dengan abad sebelum masehi dimana filsafat pertama kali dikemukakan. Penjelasan-penjelasan yang digambarkan dengan contoh-contoh sederhana memungkinkan kita lebih mudah memahami ilmu filsafat.
Untuk orang awam jangan takut membaca buku ini, belajar filsafat sama halnya dengan belajar disiplin ilmu lainnya, kita tidak akan terpengaruh oleh ideologi yang dibawa para filsuf jika kita sudah memiliki landasan iman yang kuat dan menurut saya membaca berbagai macam buku justru akan menambah wawasan kita. Memahami dan membandingkan betapa sebenarnya islam datang dengan pemahaman filsafat yang lebih maju seperti filsuf-fisuf terkenalnya Al-kindi, al farabi dan lainnya.
Sekali lagi mari membaca dan budayakan membaca....keep learn guys...!!!
Sabtu, 21 Januari 2017
Instruct and Delight on the Movie
1. Miracle Worker

2. Front of the Class
3. Dead Poet Society
4. Dangerous mind

5. Laskar pelangi